Perkembangan Anak Selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Perkembangan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting. Di zaman sekarang, istilah tersebut sering disebut dengan seribu HPK. Angka seribu ini juga bukan dihitung dari sejak anak lahir ke dunia. Namun perhitungan tersebut dimulai sejak bayi masih berada dalam kandungan.

Pembagian pertamanya pada kisaran 9 bulan atau 270 hari dalam kandungan. Lalu pembagian keduanya berada pada kisaran 2 tahun kehidupan pertama atau sekitar 730 hari. Fase ini disebut sangat penting karena ada banyak perkembangan vital anak yang terjadi. Perkembangan vital pertama terletak pada otak.

Pada fase seribu HPK, otak berkembang sebanyak 70 hingga 80 persen. Oleh sebab itu, permasalahan pada fase ini bisa membuat intelektual anak terganggu di masa yang akan datang. Dengan tingkat kepentingan tersebut, orang tua sangat perlu memperhatikan perkembangan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan.

Alasan 1.000 Hari Pertama Sangat Penting

Ada banyak perkembangan pada anak yang terjadi selama seribu hari pertama. Intinya, ini adalah tahap perkembangan dimana anak mempelajari banyak hal. Kegiatan penting dalam kehidupan seperti berjalan, berbicara, dan membaca sebenarnya dimulai pada periode ini. Sebenarnya, kemampuan adaptasi juga berkembang pada fase ini.

Pada seribu hari pertama, kemampuan dalam mengenali lingkungan mulai ditunjukkan. Untuk menunjangnya, tentu kemampuan otak sangat penting. Hubungan sinaps antar neuron di otak bayi sebenarnya tidak sama dengan yang dimiliki orang dewasa. Perbedaannya terletak pada kecepatannya. Bayi jelas memiliki hubungan sinaps yang belum begitu terlatih.

Untuk itu, kemampuannya dalam merespon dan memahami sesuatu memang belum tajam. Oleh sebab itu, perkembangan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan menjadi sangat penting. Di fase ini, hubungan sinaps antar neuron akan semakin menguat. Namun, hal ini hanya akan terjadi apabila kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Nutrisi Penting pada 1.000 Hari Pertama

Pada 1.000 hari pertama, sebenarnya setiap jenis nutrisi sangat dibutuhkan anak. Namun, kadarnya berbeda-beda. Jika diklasifikasikan, terdapat beberapa jenis nutrisi dengan tingkat kepentingan paling tinggi. Salah satu contohnya adalah zat besi. Zat besi sebenarnya memiliki kemampuan dalam menstabilkan kematangan berpikir.

Ketika bayi kekurangan zat bayi, ia berpotensi mengalami gangguan perilaku sosial. Selain itu, ia juga mungkin sulit fokus dan cepat marah. Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan jika kekurangan zat besi juga menimbulkan perilaku depresi. Untuk bentuk masalah fisiknya, kekurangan zat ini bisa menimbulkan anak mengalami anemia.

Terdapat beberapa makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi. Contohnya seperti tempe, tahu, telur, dan kacang-kacangan. Di samping zat besi, asam folat juga layak diprioritaskan. Kandungan ini berkemampuan untuk membantu pertumbuhan otak dan sumsum tulang belakang. Daging dan biji-bijian merupakan pemilik kandungan asam folat terbanyak.

Pastikan agar perhatian diberikan secara intens. Jangan sampai ada yang terlewatkan dari perkembangan tersebut. Apabila ada yang dirasa tidak normal, akan lebih baik jika langsung menghubungi dokter anak. Dengan itu, kemungkinan buruk pada perkembangan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan bisa dihindari.

 

Rekomendasi Suplemen Perkembangan Anak Selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Leave a reply